(1)
pada daun yang berjatuhan satu-satu
peluhmu turut
berdebam pelan pada tanahku
yang tak sakti lagi menolak
atau memancing salak
yang kutahu hanya terjerebab telak
(2)
bisa-bisanya kau menarikan gelisahku
di lekuklekukku
di selaselaku
di jejarianku
(3)
berhenti membuatku menikmatimu
aku cuma mau mati dalam belatimu
mari bunuhku dengan sakit sekali
(4)
berhari-hari yang lalu
liang ini masih sepi
karena aku belum menepi
jakarta 04.03.2009
14 February 2010
27 January 2010
Antologi Puisi 10 Perempuan : MERAH YANG MEREMAH

komentar pembaca tentang buku ini:
Sungguh mengejutkan membaca perkembangan puisi penyair wanita Indonesia yang ditampilkan lewat media cyber. Tampak dengan jelas betapa kebebasan yang disediakan oleh media cyber ini terutama FB betul-betul tidak tersia-siakan. Dan kemampuan penyair wanita Indonesia “menjinakkan” media cyber ini jelas berperan penting bagi perkembangan sastra Indonesia. Terima-kasih kepada Kurniawan Junaedhie dengan ide besarnya bagi sastra Indonesia. (Medy Loekito, Penyair, mantan Direktur Yayasan Multimedia Sastra pengelola situs CybersastraNet)
"Puisi-puisi yang menyentuh, imajinatif, sarat makna, dan cerdas; telah dihadirkan oleh para kaum perempuan yang memiliki selera nan khas di dalam buku ini.(Leonowens SP, Esais & Sastrawan)
Cukup wajar bila FB menjelma menjadi media baru yang cukup ekspresif untuk mencurahkan berbagai ungkapan perasaan, termasuk puisi yang sebelumnya menjadi wilayah angker bagi orang awam seperti kata Chairil Anwar: “Yang bukan penyair tidak ambil bagian”. Bukankah penyair itu bukan darah turunan dan siapa saja boleh menulis puisi? (Heru Emka,Penyair, peminat kajian budaya)
Apa yang menarik dari 'perempuan'? Semuanya !!! Baik yang nampak maupun yang tersembunyi darinya adalah 'sesuatu'. Menjadi perempuan tak berarti hanya menjadi sumber keindahan duniawi dan surgawi, namun sebuah kodrat yang menguntungkan. Maskulinitas dan feminitas yang dapat muncul bersamaan adalah sebuah kekuatan. Ia dapat menjadi sexy atau garang pada saat bersamaan, itulah keindahan! Prestasi kuno sebagai 'sumber inspirasi' tentu boleh dilebarkan. Hari ini perempuan dapat menjadikan dirinya sendiri sebagai sumber inspirasi. Ia boleh menjabarkan perasaan dan pikirannya dengan bebas dalam segala bentuk termasuk tulisan, tanpa perlu khawatir terhadap segala aturan baku yang memasung setiap orang untuk patuh pada agama sastra, toh tak ada surga dan neraka di dalamnya. Sebab sastra itu sejatinya ada di dalam jiwa setiap diri, dan bersifat maya. (Trie 'iie' Utami, penyair, penyanyi & pencipta lagu)
26 January 2010
Balikpapan #2
aku rindu bau laut di tubuhmu
yang terbawa bayu hingga pintuku
sepanjang bandara hingga pasar klandasan
jejak bahasa yang dijual di pinggiranpinggiran
bote' betul ikam ini!
aku pernah membeli campuran bahasa Bugis dan Banjar
sayang sekali
ketika aku berusaha mengatakannya lagi kini
pembeli lain berteriak :
ngarutnya ai!
: mungkin aku tak lagi beraroma pesisir
yang terbawa bayu hingga pintuku
sepanjang bandara hingga pasar klandasan
jejak bahasa yang dijual di pinggiranpinggiran
bote' betul ikam ini!
aku pernah membeli campuran bahasa Bugis dan Banjar
sayang sekali
ketika aku berusaha mengatakannya lagi kini
pembeli lain berteriak :
ngarutnya ai!
: mungkin aku tak lagi beraroma pesisir
25 January 2010
From My friend Carter Slade : A Story Written by a Wise Man - FOOTPRINTS
A story for people of all religions and, indeed, none.
One night a man had a dream. He dreamt he was walking along the beach with the Lord. Across the sky flashed scenes from his life. For each scene he noticed two sets of footprints on the sand: one belonging to him and the other to the Lord. When the last scene had flashed before him, he looked back at the footprints and he noticed only one set.
He also noticed that this happened during the lowest and saddest times of his life. This bothered him and he questioned the Lord. 'Lord, you said that once I decided to follow you, you would walk all the way with me, but I noticed that during the most troublesome times of my life there was only one set of footprints. I don't understand why, when I needed you most, you deserted me.'
The Lord replied, 'My precious child, I love you and would never leave you. During your times of trial and suffering, when you see only one set of footprints, those were the times when I carried you in my arms.'
___________________________________________
Ini cerita yang pernah saya baca 22 tahun yang lalu, yang secara mengejutkan diposting oleh kawan saya Carter Slade hari ini, sungguh, saya terkejut dan merasa DISADARKAN...
I do thank you Carter....
Semoga bisa menyentuh kawan-kawan yang lain juga.....
GOD BLESS US ALL !
One night a man had a dream. He dreamt he was walking along the beach with the Lord. Across the sky flashed scenes from his life. For each scene he noticed two sets of footprints on the sand: one belonging to him and the other to the Lord. When the last scene had flashed before him, he looked back at the footprints and he noticed only one set.
He also noticed that this happened during the lowest and saddest times of his life. This bothered him and he questioned the Lord. 'Lord, you said that once I decided to follow you, you would walk all the way with me, but I noticed that during the most troublesome times of my life there was only one set of footprints. I don't understand why, when I needed you most, you deserted me.'
The Lord replied, 'My precious child, I love you and would never leave you. During your times of trial and suffering, when you see only one set of footprints, those were the times when I carried you in my arms.'
___________________________________________
Ini cerita yang pernah saya baca 22 tahun yang lalu, yang secara mengejutkan diposting oleh kawan saya Carter Slade hari ini, sungguh, saya terkejut dan merasa DISADARKAN...
I do thank you Carter....
Semoga bisa menyentuh kawan-kawan yang lain juga.....
GOD BLESS US ALL !
20 January 2010
PINTU
tinggalkan pintumu selagi kau masih di situ, sebatas pintu
saat kau tahu, ketika memasukinya kau remuk dan mesti bertahan dalam remuk
sebaik-baiknya dalam remukmu
jauh lebih sempurna kau keluar untuk hancur
lalu menjadi bentuk baru
yang tak pernah luput mengenali pintupintu
kemana pintu yang sungguh membuatmu pulang
saat kau tahu, ketika memasukinya kau remuk dan mesti bertahan dalam remuk
sebaik-baiknya dalam remukmu
jauh lebih sempurna kau keluar untuk hancur
lalu menjadi bentuk baru
yang tak pernah luput mengenali pintupintu
kemana pintu yang sungguh membuatmu pulang
14 January 2010
Kesan
Subscribe to:
Posts (Atom)
+of+Bandung-Januari+2010+032.jpg)