31 December 2009

Senyap Gus Dur

luruh ini luruh bangsa
gelap
lelap
sejenak
air mata di jiwa kami
suara lirih dan perih
kau tinggalkan kami bersama sebuah bayang : keadilan yang mulai tertepi

gus, kau kini senyap
namun kami tak ingin berhenti bergerak
kau telah menanam benih kegigihan dalam kami


Jakarta, 31 Desember 2009

26 December 2009

Gelisah

aku membaca gelisah di rautnya
raut tak asing
ia yang selalu menumpuk gelisah bagai bukubuku yang hanya terbaca bagian pengantar
gelisahnya jelas berjejak
ia selalu ingin bersamaku yang tak pernah benarbenar ingin bersamanya

17 December 2009

PEREMPUAN PUNYA!

seberapa lama kau tahu bahwa kami punya payudara
bagi perutperut lapar anakanak manusia!

seberapa lama kau tahu kami punya rahim
yang menjadi tumpangan tumbuh bibit manusia!

seberapa lama kau tahu kami punya jalan lahir
yang mesti dibasuh darah agar bumi ini punya manusia!

seberapa lama kau tahu kami ini punya yang kau ingin punya!

maka beberapa penolakan kami kau sebut emansipasi
maka kau atur konstruksi bagi kami yang siap beraksi
maka kau ciptakan peraturanperaturan bagi hasrat rekreasi
dan kau sebut itu keindahan prokreasi

23 November 2009

KREMES


Aku duduk menikmati lelautan
dan matahari tak datang.
Kremes setengah bulat di tangan kiri.

Kremes cokelat emas.
Manis, sedikit gurih dan... berair?
Kremes diantara telunjuk dan ibu jari.

Ubi parut, gula jawa dan air mata




29 November 2008
(dari buku 100% Dianggap Buku Puisi)

19 November 2009

GAM

(Gerakan Ayo Menulis)
: Taufik Al Mubarak


bebankah bila tak di pundak
sulitkah bila tak bisa tidak
pamit menepi bukan karena sepi
tapi hatimu kembali ke sisi ibu pertiwi
mendulang buah gemilang
dari beliabelia yang tak boleh hilang
ditelan jaman
ditelan kekejaman

kau ajak mabuk katakata
dengan lagu bernada tak buruk
yang penciptanya terpuruk
ditelan bangsa yang hampir berisi tetua-tetua cecunguk
yang sukar menahan birahi terhadap lembar dosa
atau puggukpungguk setengah baya yang merindukan bulan tua
waktu mereka menerima upah lalu membayar hutang

sebelum mereka menua
sebelum mereka setengah baya
kelim rohnya dengan cara menyulam katakata jujur



dini hari 19.11.2009

18 November 2009

Menulis Aku

I.
mengapa rindu yang telah aku ikat erat dalam kotak biru kau bongkar
apa yang kau cari dalam rindu yang telah kusimpan dalam diam
baunya semerbak membuat muak
aku mual bekali-kali
juga karena membayangkan simpulsimpul rasa yang ikut lepas
rasa sesal
rasa kesal
rasa rindu asli !

II.
aku lupa lagu cintacintaan
bukan tak suka
tak hapal !
tak suka menyanyi !

III.
dalam belahabelahan senyap
tegarku mulai lenyap
ditumbangkan
tumbang
bang
ang
ng



18.11.2009